selang drip

Irigasi tetes (Drip Irrigation)

Ini adalah salah satu teknologi terbaru di bidang irigasi yang telah berkembang hampir di seluruh dunia. Teknologi pertama ini pertama kali diperkenalkan di Israel, dan kemudian meluas hampir setiap sudut dunia. Pada dasarnya teknologi ini, sangat tepat untuk diterapkan pada kondisi lahan kering, air yang sangat terbatas, tanah pasir dan komoditas yang dibudidayakan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

A. Konsep Irigasi Tetes
Irigasi tetes disebut drip irigasi juga paling terkenal sebagai irigasi tetes. Perbedaan dalam sistem aplikasi dengan irigasi lain adalah bahwa air diberikan pada titik tertentu dengan jumlah yang sangat terbatas. Memberikan air irigasi pada irigasi tetes diberikan langsung di sekitar area akar, dengan pola pelembab tanah yang sangat terbatas pada daerah dan kedalaman tanah.
Perbedaan utama antara sistem irigasi tetes dengan sistem irigasi lainnya adalah bahwa keseimbangan antara lain dll. Dan administrasi air dipertahankan sekitar 24 hingga 72 jam. Pengoperasian irigasi Sistem dalam waktu singkat terutama terkait dengan penyediaan air yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman untuk untuk pengukuran status lengas tanah. Untuk memantau lengas tanah , dapat digunakan oleh tensiometer yang dipasang di beberapa kedalaman.

B. Keuntungan
Seperti sistem irigasi lainnya, irigasi tetes ini juga memiliki kelemahan dan kekuatan. Keuntungan utama dari sistem irigasi tetes adalah air yang dekat dengan keseimbangan tanaman dengan kebutuhan air, meminimalkan air dan pemrosesan. Area kelembaban sempit dapat meminimalkan pertumbuhan gulma dan menghemat air. Ada fakta yang menunjukkan bahwa, secara umum, sistem irigasi tetes menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi, serta hasil dari volume air daripada sistem irigasi permukaan atau sprinkle.
Ada banyak alasan yang menunjukkan tingkat efisiensi tinggi penggunaan sistem ini. Satu, kelanjutan dari menyediakan air di sekitar area akar menyebabkan kandungan lengas tanah pada daerah perakaran tinggi. Kurangnya air yang menyebabkan tanaman stres dapat diminimalisir. Dua, luas tanah yang terbatas yang terpapar air dapat mengurangi pertumbuhan gulma, sehingga persaingan sentral tanaman untuk mendapatkan air dan unsur hara rendah.

C. Jaringan Irigasi
Bagian dari sistem irigasi tetes dapat dibagi menjadi pipa utama (Mainlane), pipa sekunder (submine) dan pipa lateral (sisi). Mainlane memiliki pompa, injektor kimia untuk pupuk. Filter utama digunakan untuk menghilangkan solusi penyebab tersumbatnya emitter.

D. Emitter
Emitter adalah alat untuk menyalurkan air dari saluran distribusi lantai. Dua bagian utama dari emitor adalah point source dan line source.

E. Emitter Uniformity
Elemen kunci dari sistem irigasi tetes adalah bahwa terpenuhinya dengan kebutuhan air tanaman membutuhkan dengan debit emiter. Untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan air tanaman, dapat dengan mudah dikenal karena keseragaman debit. Untuk memenuhi syarat keseragaman, yaitu, dengan keseragaman emisi,
Ue = 100[1.0 – ( )Cv]qavg^q min
Dimana: Ue = keseragaman emisi (%)
N = banyaknya emitter per tanaman

Sistem irigasi tetes cepat dan mudah dirakit. Komponen utama adalah pipa paralon dengan dua ukuran berbeda. Diameter yang lebih besar digunakan sebagai pipa utama, sedangkan yang terkecil digunakan sebagai pipa tetesan. Pipa utama berfungsi sebagai pembatas air ke setiap pipa tetes. Pompa air dibutuhkan untuk menumpahkan air di setiap tanaman dengan jarak tergantung pada jarak antara tanaman. Untuk menguras air dari sumber, pompa air diperlukan, juga memiliki keran dan filter air di pipa utama, jangan lupa pipa konektor untuk koneksi.

Kami juga menjual Selang Drip Irigasi Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *