Tata Cara Memandikan Jenazah Berikut Dengan Mayit Yang Haram Untuk Dimandikan

Sebagaimana udah kita maklumi bahwa salah satu kewajiban kita terhadap saudara kita yang meninggal dunia adalah memandikannya dengan cara-cara yang diatur oleh agama, untuk itu selayaknya lah kita menyimak hal-hal sebagai tersebut :

Sebelum memandikan –

a. Menyiapkan segala keperluan memandikan seperti alat-alat mandi, sabun, kapur barus, tiga sarung tangan, alat membersihkan kuku dsb.
b. Memastikan ketersediaan air.

Dan tentunya anda akan sangat membutuhkan tempat pemandian jenazah yang bagus dan layak untuk digunakan, oleh karena itu anda bisa melakukan pemesanan kepada kami kunjungi saja http://pemandianjenazah.net

 

Hal-hal yang berhubungan dengan kesempurnaan mandi –

a. Sebelum memandikan, terutama dahulu mayat didudukkan dengan kemiringan kira-kira 45 derajat, caranya dengan menyandarkan belakang mayat kelutut kanan pemandian, sedangkan bahu dan kepalanya ditahan dengan pergelangan dan telapak tangan kanan pemandian, sesudah itu tangan kiri pemandian mengurut perutnya terasa berasal dari bawah tulang dada sampai kekemaluan {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} kali untuk mengeluarkan sisa-sisa kotoran dalam perut, ketika itu pula sunnat memperbanyak menyiram air , kakinya senantiasa diarahkan kekiblat dan kepalanya ditinggikan, sehingga air cepat mengalir kebawah.

b. Sunnat dimandikan ditempat tertutup, tidak banyak orang selanjutnya lalang jika bagian pemandian dan keluarga mayat sendiri. Hal ini ditujukan sehingga kerahasiaan mayat senantiasa bisa terjaga.

c. Mayat ditempatkan terhadap tempat yang agak tinggi seperti batang pisang, ranjang tertentu pemandian atau lebih-lebih diatas paha para pemabantu pemandian, sehingga percikan air tidak sampai mengenai badan mayat.

d. Tempat air sebaiknya ditempatkan agak jauh berasal dari mayat, sehingga tidak terkena percikan air yang mengakibatkan musta`mal.

e. Dimandikan Mengenakan kain tipis sehingga air ringan meresap, tetapi senantiasa tidak tembus pandang.

f. Air yang digunakan sebaiknya air dingin, sehingga kulit mayat tidak mengendur, jika apabila diperlukan, seperti untuk menyingkirkan daki atau berada didaerah dingin.

g. Setelah itu mayat dibaringkan ulang seperti awal mulanya untuk dilaksanakan pembersihan, tangan kiri pemandian Mengenakan tiga sarung tangan berasal dari kain bersih yang udah tersedia, masing-masing untuk :

Ø Membersihkan najis-najis terhadap dua kemaluan mayat, sambil disiram dengan air, sesudah itu setelah bersih, sarung tangan pertama di lepaskan dan pemandian membersihkan tangan nya dengan air.

Ø Dengan Mengenakan sarung tangan baru yang kedua, pemandian membersihkan najis-najis terasa bagian pusat sampai lutut, setelah bersih sesudah itu sarung tangan itu di lepaskan ulang dan tangan ulang dibersihkan dengan air.

Ø Pemandian Mengenakan sarung tangan yang bersih ketiga, untuk membersihkan kotoran-kotoran yang tersedia digigi, lubang hidung dan lubang telinga, setelah bersih, sarung tangan itu di lepaskan ulang dan pemandian membersihkan tangannya dengan air.

h. Kemudian pemandian membersihkan seluruh daki yang tersedia terhadap kuku mayat dengan Mengenakan alat-alat yang lembut seperti sikat gigi, kayu dsb.

i. Apabila mayat udah bersih berasal dari seluruh kotoran, baru lah di wudukan dengan sempurna dengan tekad sbb:

نَوَيْتُ اَدَاءَ اْلوُضُوْءِ الْمَسْنُوْنِ عَنْهُ ( هَا )
“Aku tekad menunaikan wudu yang disunnahkan daripadanya”

j. Selesai di wudukan sunnat membaca doa :

اَللّهُمَّ اجْعَلْهُ ( هَا ) مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَمِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Atau membaca :

اَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ وَاِيَّاهُ ( هَا ) مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَمِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Cara-cara memandikan

Memulai membasuh seluruh bagian kepala mayat sambil bermaksud :

نَوَيْتُ اَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلوَاجِبِ عَنْهُ ( هَا )
“Aku tekad menunaikan mandi yang perlu daripadanya”

Kemudian membasuh bagian depan badan mayat sebelah kanan, berasal dari leher sampai kaki, sesudah itu bagian belakang sebelah kanan dengan memiringkannya kelambung kiri, berasal dari bahu sampai telapak kaki, dan terkhir bagian belakang sebelah kiri, dengan memiringkannya kelambung kanan, berasal dari bahu sampai telapak kaki.

Basuhan-basuhan diatas dianggap sebagai basuhan pertama, sedangkan basuhan ke dua dan sesudah itu dihitung ulang berasal dari atas yakni terasa kepala dengan tidak perlu ulangilah niat.

Setelah memandikan selesai sunnat melenturkan ulang seluruh persendian mayat, sebagaimana udah disebutkan sebelumnya, untuk memudahkan mengapan, dan sunnat pula mengeringkan dengan handuk.

a). Syarat-syarat mayat yang perlu dimandikan

Setiap manusia yang meninggal dunia perlu dimandikan dan dibersihkan tubuhnya apabila mencukupi syarat-syarat sebagai berikut:

Mayat itu seorang yang beragama islam
Ada tubuhnya meskipun sedikit
Meninggalnya bukan sebab mati syahid

b). Cara-cara memandikan mayat

Sesudah meninggal dunia,jenazah perlu dimandikan oleh keluarganya yang terdekat(bapak,anak,adik,dll), dengan wejangan orang-orang yang udah punya kebiasaan dan mempunyai pengalaman dalam hal memandikan mayat. Dan memandikan mayat bisa juga dilaksanakan siapa saja sekalipun oleh orang kafir,orang yang mempunya jinabat dan orang yang tengah haid.

Sebelum memandikan jenazah, dikehendaki orang yang memantulkan bermaksud terutama dahulu. Niat memandikan jenazah ini adalah hukumnya sunnat bagi yang melakukannya, dan perlu tekad bagi yang menyita wudhunya dengan tekad sebagai berikut:

“Aku tekad menyita air wudhu untuknya”

Tentang tata cara memandikan jenazah maka yang terutama dahulu dilaksanakan adalah dengan membersihkan bagian wudhunya, sesudah itu seluruh bagian badan dibersihkan berasal dari najis yang tersedia terhadap badannya sesudah itu disiram dengan air {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} kali, awal mulanya dengan air biasa,kemudian dengan air yang dicampur daun bidara, dan yang terakhir air yang dicampur dengan kapur barus, dan ini dilaksanakan sebanyak tiga kali tetapi bisa lebih jika dianggap perlu. Serta mendahulukan bagian tubuh yang sebelah kanan dan dilanjutkan dengan bagian tubuh yang kiri. Dan lubang-lubang yang terdapat terhadap tubuh dikehendaki ditutup dengan kapas.

c). Mayat yang haram dimandikan

Orang yang mati syahid, yakni orang yang mati dalam medan peperangan dalam menegakkan agama allah dan mayat ini juga haram untuk disalati
Orang kafir dan munafik, orang kafir adalah orang yang terang-terangan tidak mengakui akan kebenaran ajaran-ajaran agama islam dan memusuhinya. Sedangkan orang munafik adalah orang yang memeluk agama islam tetapi hatinya senantiasa menyimpan permusuhan terhadap islam.

d). Mati bunuh diri

Para ulama berpendapat, orang yang meninggal dunia sebab bunuh diri, tidak perlu untuk dimandikan dan dishalatkan melainkan memadai dikubur saja.

e). Aturan memandikan mayat

Apabila orang yang meninggal itu laki laki maka yang menjadikannya adalah laki laki, begitu juga sebaliknya apabila yang meninggal perempuan maka yang memandikannya adalah perempuan, jika pakar muhrimnya.
Sebaiknya orang yang memandikannya adalah kerabat dekat sendiri
Suami boleh memandikan isteri nya begitu juga sebaliknya isteri boleh memandikan suaminya
Yang memandikan tidak boleh menceritakan mengenai cacat tubuh mayat andai terdapat cacat terhadap tubuh mayat itu.

Dan pastinya anda juga akan sangat membutuhkan keranda jenazah untuk membawa atau mengantarkan mayit kepemakaman oleh karena itu anda bisa melakukan pemesanan kepada tim kami kunjungi saja http://pemandianjenazah.net/kain-penutup-keranda-jenazah


Leave a Reply