tugu pahlawan surabaya

Polusi dan Panasnya Kota Surabaya

Apa yang Anda dengan dari kota Surabaya ? salah satunya adalah kota pahlawan. Ibu kota dari jawa timur ini menjadi kota kedua metropolitan terbesar di Indonesia. Dengan luas 350,5 km² dan jumlah penduduk sekitar 2.765 juta, Surabaya menjadi poros ekonomi yang sangat besar perputarannya. Sehingga tak heran, jika banyak pengusaha yang berinvestasi di kota Surabaya. Selain itu, dari luar daerah seperti gresik, sidoarjo dan malang pun banyak yang mencari kerja di Surabaya. Jelas alasannya adalah UMR yang tinggi. Namun, hal inilah yang menjadikan banyak pendatang di Surabaya.

tugu pahlawan surabaya

Seperti yang saya alami, tinggal di daerah Surabaya timur yang berdampingan dengan komplek industri dari kecil, sehingga bisa melihat perbedaan dari tahun 1998 hingga 2019. Pendatang hampir memenuhi sudut kost di gang ini. KK tidak tetap pun semakin berjibun. Kurang lebih di tahun 2007 – 2010 daerah ini masih lengang, hampir tidak pernah macet. Namun sekarang, itu keadaan tersebut berbalik drastis. Ditambah lagi, semakin mudahnya orang – orang untuk ambil cicilan motor, inilah yang membuat jalan makin padat dan terasa penuh.

Tahun 2013 saya mendapatkan pekerjaan di komplek industri. Dari jarak, ini sangat dekat sekali dengan rumah. Jaraknya hanya 1km saja. Namun, jika saya pulang kerja di atas jam 4 sore, jangan harap bisa sampai rumah dalam waktu 10 menit. Bahkan pernah saya pulang hingga memakan waktu 4jam, saking macetnya. Dan waktu itu menggunakan mobil. Setelah itu, jika aktifitas kerja, saya mulai malas menggunakan mobil. Tapi problem lain hadir. Polusi dan panasnya Surabaya sungguh juara.

Bagi orang asli Surabaya hal ini adalah hal yang biasa. Bagi saya juga biasa, namun tidak terlihat biasa ketika saya terkena bronchitis. Polusi jadi sebab yang menyebalkan. Asap kendaraan, panasnya cuaca, budaya merokok sambal nyetir dan juga padatnya pendatang membuat sampah makin menumpuk. Bayangkan, 1000 pembuang sampah banding 1 petugas sampah. Ini tidak cukup. Akhirnya, dari 1 gang, setidaknya ada 4 orang yang bakar – bakar sampah. Ada limbah dari industri, bakar bakar sampah dan polusi lainnya. Komplit deh. 2 orang tetangga meninggal karena infeksi paru – paru. Ini sebenarnya warning, entah orang – orang aware atau tidak. Saya pribadi si, lebih ke latihan olahraga diafragma untuk mengurangi gejala bronchitis tersebut.

Gimana? Ngeri ya ?

Yang lebih ngeri lagi, hampir tiap penduduk tetap pun punya mobil tapi tak punya parkir. Tak sedikit juga yang parkir di bahu jalan. Padahal, kalau parkir di pinggir gang resiko baret dan dibuat mainan anak kecil sungguh menyeramkan bagi pemilik mobil. Bisa bayangin kan ?

Nah lanjut di tahun 2014, saya berpindah tempat kerja yang sebenarnya tidak teramat jauh. Namun ini di jalan protocol kota Surabaya. Yang menghubungkan dari luar kota ke Surabaya. Sehingga, perubahannya sangat dinamis. Mulai dari pelebaran jalan yang membuat putar balik makin jauh dan jauh lagi.

Selama 4 tahun kerja di kantor tersebut, disini arti setiap menit sangat berarti. Maklum, Namanya juga pegawai honorer. Telat dikit uda di catet.

Jam 7 pagi mulai apel pagi, jadi saya harus berangkat maksimal jam 6:15, jika selisih 5 menit saja, jalanan gang uda mulai full. Mulai pekerja pabrik, orang tua yang nganterin anaknya sekolah, dan juga PKL yang uda siap berjualan untuk menyediakan sarapan bagi parah buruh dan anak anak sekolah yang lupa di bawain bekal sama ibunya. Kebayangkan ? selisih 5 menit aja, bisa telat saya. Padahal jarak kantor hanya 3km. disinilah saya harus disiplin waktu.

Namun akhirnya jenuh juga, di tahun 2017 ketika saya hendak menikah. Calon istri saya memberikan tantangan agar tidak ambil uang gaji selama setahun untuk membiayai kehidupan sehari hari. Saya jalan kan challenge tersebut dan gagal, tahun depan dicoba lagi dan akhirnya berhasil. Mungkin temen – temen masih bingung, di samping itu dapet duit dari mana?

Jauh sebelum itu, saya jualan online sejak tahun 2009. Namun mulai merambah ke dunia website sejak tahun 2011. Nama websitenya indoislamicpedia.com yang fokus jual herbal di area Surabaya. Dari bisnis online inilah saya bisa membiayai pernikahan saya dan kehidupan sehari – hari saya. Dan akhirnya di taun 2018 awal, saya memutuskan untuk resign. Dan setelah itu saya fokus mengembangkan toko online ini Bersama istri.


Leave a Reply