Gak Usah Bingung, Ini Langkah Jual Rumah KPR

Jual rumah kadang jadi masalah susah tertentu. Jika rumah Anda masih ada dalam skema KPR serta belum usai tapi telah cari langkah jual rumah KPR untuk menjualnya kembali, Anda tak perlu cemas bila pikirkan jika rumah itu tidak laris. Ada pula calon customer yang tertarik dengan rumah KPR, sebab KPR menolong satu orang mempunyai rumah tak perlu menanti lama. Akan tetapi, proses penjualannya harus dibarengi oleh mekanisme tersendiri yang sering kelihatan repot bila Anda belum pahami lebih dalam. Walau sebenarnya, jual rumah KPR sangat mungkin untuk dikerjakan.

Anda bisa pikirkan idenya semacam ini: rumah yang sudah Anda beli dengan KPR pada intinya ialah punya Anda sebagai pemohon KPR. Bank atau perusahaan pembiayaan menolong mendanai pembayaran rumah dengan memberi utang berbentuk angsuran, sehinga Sertifikat Hak Punya (SHM) rumah masih digenggam oleh beberapa pihak ini jadi agunan. Oleh karenanya, jika Anda belum ataukah tidak mengakhiri pelunasan angsuran, bank atau perusahaan pembiayaan memiliki hak lakukan penyitaan atas rumah itu.

Baca juga : Rumah KPR Murah di Tangerang

Meski begitu, sebenarnya Anda sebagai pemilik rumah dibolehkan jual rumah yang masih juga dalam sarana KPR itu, sepanjang Anda mematuhi ketetapan atau mekanisme tersendiri yang menghalangi peluang Anda untuk lakukan ini.

Lakukan Pelunasan Lebih Dulu (Lebih Awal)
Langkah jual rumah KPR yang pertama ialah terhitung yang termudah sebetulnya. Jika Anda melunasi lebih dini, Anda bisa memperoleh SHM rumah serta dapat jual rumah itu langsung pada pihak lain tanpa mekanisme penambahan. Walau demikian, peluang Anda akan dipakai beberapa denda/penalti karena pelunasan sebelum tenor yang sudah disetujui semenjak awal. Biasanya, jumlahnya denda ini semakin lebih kecil dibanding tersisa bunga utang yang harus dilunasi dalam tempo angsuran normal (sesuai dengan tenor awal). Karena umumnya denda ini akan dihitung berdasar prosentase tersendiri dari tersisa jumlahnya inti utang yang Anda punya. Tetapi dari sisi praktis ataukah tidak, langkah ini dapat Anda pikirkan terlebih dulu.

Informasikan pada Calon Konsumen tentang Status Rumah Anda
Jika tidak sangat mungkin untuk jalankan langkah awal, karena itu Anda bisa memberi tahu kondisi serta gagasan Anda pada calon konsumen. Anda dapat tawarkan mereka dua pilihan skenario. Pertama, konsumen lakukan pelunasan pada pihak bank dengan cara langsung, atau ke-2, konsumen membayarkan beberapa dana pada Anda sebagai penjual untuk dibayarkan dalam pelunasan KPR. Semua arah skenario ini sama: SHM nanti akan diambil serta diberikan pada konsumen. Sesaat tersisa dana itu bisa menjadi hak Anda sebagai penjual. Nantinya sesudah KPR dilunasi, serta Anda sudah memperoleh pembayaran untuk penjualan yang sudah Anda bayarkan angsurannya, Anda serta faksi konsumen harus mengakhiri akad jual beli di depan notaris.

Lakukan Over Credit KPR
Langkah jual rumah KPR yang selanjutnya dengan lakukan over credit KPR ke faksi konsumen. Ada dua langkah yang dapat Anda kerjakan:

Menggantikan KPR di bank yang sama dimana konsumen akan meneruskan utang di bank yang sama.
Memakai KPR Takeover konsumen untuk meneruskan utang di bank yang berlainan dari mulanya.
Tanyakanlah pada pihak bank baik-baik tentang mekanisme over credit ini, serta adakah ongkos penambahan yang akan ditanggung pada Anda serta calon konsumen waktu realisasinya.

Yang Harus Dilihat
Tetap kalkulasi tersisa angsuran KPR dengan cermat serta jeli. Anda bisa menghitungnya sendiri atau dibantu oleh faksi bank atau perusahaan pembiayaan. Tetapkan nilai appraisal sewajar serta sekompetitif mungkin, sebab harga jual yang begitu tinggi atau begitu rendah tidak memberi keuntungan apa-apa buat Anda. Komunikasi dengan calon konsumen tentang status rumah yang masih KPR, hingga mereka mengetahui resiko serta efek yang akan ditanggungnya atas pembelian itu.


Leave a Reply